Sumber: https://widhiarianto.com/pentingnya-akhlaqul-karimah
Pentingnya Memiliki Akhlaqul Karimah
عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : إِنَّ أَحَبَّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبَكُمْ مِنِّي فِي الْآخِرَةِ مَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي فِي الْآخِرَةِ مَسَاوِيكُمْ أَخْلَاقًا، الثَّرْثَارُونَ، الْمُتَفَيْهِقُونَ ، الْمُتَشَدِّقُونَ ✾ رواه احمد
… Rasulullah ﷺ bersabda : Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat denganku di akhirat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan paling jauh dariku di akhirat adalah orang yang buruk akhlaknya, yaitu orang yang banyak bicara tanpa ada manfaatnya, orang yang sombong, dan orang yang angkuh.
Hadist ini mengajarkan bahwa akhlak yang baik merupakan salah satu hal yang paling penting dalam agama Islam. Rasulullah ﷺ menekankan bahwa kedekatan seseorang dengan beliau di akhirat akan ditentukan oleh kualitas akhlaknya, bukan hanya ibadah formal. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki akhlak buruk akan menjadi yang paling dibenci oleh Nabi ﷺ dan paling jauh darinya di akhirat.
Poin penting dari hadis ini:
- Orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ di akhirat adalah orang yang baik akhlaknya: Akhlak mulia seperti kesabaran, kejujuran, rendah hati, dan kasih sayang adalah sifat-sifat yang sangat dihargai dalam Islam. Mereka yang menjaga akhlak baik akan mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di akhirat.
- Orang yang paling dibenci dan jauh dari Nabi ﷺ di akhirat adalah yang buruk akhlaknya: Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa orang-orang yang suka bicara berlebihan tanpa manfaat (banyak bicara sia-sia), sombong, dan angkuh akan menjadi yang paling jauh darinya di akhirat. Perilaku seperti ini menunjukkan kurangnya pengendalian diri dan rendahnya keimanan.
- Penekanan pada “thartharun”, “mutafayhiqun”, dan “mutasyaddiqun”:
- الثَّرْثَارُونَ / Thartharun : Orang yang suka berbicara tanpa kendali, berbicara terlalu banyak atau berlebihan dalam percakapan yang tidak bermanfaat.
- الْمُتَفَيْهِقُونَ / Mutafayhiqun : Orang yang suka berbicara dengan cara sombong dan menunjukkan kelebihan diri, sering kali menggunakan kata-kata sulit atau bahasa yang dibuat-buat untuk pamer.
- الْمُتَشَدِّقُونَ / Mutasyaddiqun : Orang yang berbicara dengan cara yang memalukan atau kasar, sering kali angkuh dalam perkataan mereka.
Salah satu kisah yang relevan dengan pentingnya akhlak adalah kisah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang mengabdi kepada Rasulullah ﷺ selama 10 tahun. Anas bercerita bahwa selama dia melayani Rasulullah ﷺ, tidak pernah sekalipun beliau memarahi atau mencela dirinya. Bahkan ketika Anas melakukan kesalahan, Nabi ﷺ hanya tersenyum dan selalu memaafkannya. Ini menunjukkan bagaimana akhlak Nabi ﷺ menjadi contoh nyata dari ajaran hadist ini.
Kisah lain datang dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Meskipun dikenal sebagai pemimpin yang tegas, Umar memiliki akhlak yang sangat mulia. Dalam banyak kesempatan, Umar sering mendahulukan orang lain, bersikap lembut, dan tidak pernah berbicara kasar tanpa alasan yang benar. Bahkan ketika ada seseorang yang mengkritiknya di depan umum, Umar menanggapi dengan kesabaran dan tidak pernah merasa tersinggung. Ini menunjukkan bagaimana akhlak yang baik membawa seseorang kepada kemuliaan di dunia dan akhirat.
Hadist dan kisah-kisah ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa akhlak baik adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-nya, sedangkan akhlak buruk menjauhkan seseorang dari rahmat dan ridho Allah.
Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro
Semoga Allah paring manfaat dan barokah…
Tetap Semangat

Papan diskusi masih kosong. Jadilah pionir penyulut diskusi!