Praktis, murah, dan menggoda lidah, mi instan kerap jadi solusi cepat saat lapar melanda. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersembunyi sederet risiko kesehatan yang tak boleh diremehkan. Menurut dr. Sienny Agustin, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, kebiasaan mengonsumsi mi instan terlalu sering bisa berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.
“Mi instan umumnya tinggi kandungan natrium dan MSG (monosodium glutamat), tapi rendah protein, serat, dan vitamin penting lainnya. Ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan,” ujar Sienny saat dihubungi, Sabtu (10/5).


Papan diskusi masih kosong. Jadilah pionir penyulut diskusi!